Minggu, 15 November 2015

KAGUM, MENGUCAP SUBHANALLAH ATAU MASYA ALLAH?

KAGUM, MENGUCAP SUBHANALLAH ATAU MASYA ALLAH? 

         Islam mengajarkan kalimat-kalimat yang baik (kalimat thayyibah) dalam segala suasana. Dengan kalimat-kalimat itu, orang beriman dikondisikan untuk senantiasa mengingat Allah. Dengan kalimat-kalimat itu, orang-orang mukmin dikondisikan untuk senantiasa dekat dengan Allah.

Jika seseorang mendapati sesuatu yang membuatnya kagum atau mendengar kabar yang membuatnya takjub, kalimat apakah yang paling tepat? “Subhanallah” (سُبْحَانَ اللَّهِ) atau “Masya Allah” (مَا شَاءَ اللَّهُ)?

Menurut para ulama, yang lebih tepat adalah mengucapkan “Masya Allah” (مَا شَاءَ اللَّهُ). Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Kahfi:

وَلَوْلا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maa syaa-allaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (QS. al Kahfi: 39)

Ucapan “Masya Allah” (مَا شَاءَ اللَّهُ) ini mengembalikan kekaguman kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahwa semua yang kita kagumi itu terwujud atas kehendak Allah, bukan karena usaha kita atau orang tersebut.

Dicontohkan dalam ayat tersebut, jika seseorang memasuki kebun, hendaklah ia mengucapkan “Masya Allah” (مَا شَاءَ اللَّهُ). Kekagumannya atas indahnya kebun tersebut, ranumnya buah, lebatnya tanaman dan berhasilnya perkebunan, semata-mata kebaikan-kebaikan itu atas kehendak Allah.
 
Sedangkan kalimat “Subhanallah” (سُبْحَانَ اللَّهِ), dalam Al Qur’an disebutkan lima
kali. Yakni dalam surat Al Mu’minun ayat 91, Al Qashash ayat 68, Ash Shafat ayat 159, Ath Thur ayat 43 dan Al Hasyr ayat 23.
 
Dalam surat Al Mu’minun ayat 91 dan Ash Shafat ayat 159, kalimat “Subhanallah” digandengkan dengan “ammaa yashifuun” yang artinya Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan.

Sedangkan dalam tiga ayat lainnya, kalimat “Subhanallah” digandengkan dengan “ammaa yusyrikuun” yang artinya Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Jadi dalam Al Qur’an, kalimat “Subhanallah” digunakan untuk menyatakan kesucian Allah dan menyangkal hal-hal negatif yang dituduhkan orang-orang musyrik.
 
Sedangkan dalam hadits, ucapan “Subhanallah” dipakai ketika seseorang heran sikap seseorang. Heran, bukan kagum.
Misalnya ketika Abu Hurairah junub dan tidak mau berdekatan dengan Rasulullah yang suci. Rasulullah pun bersabda:
سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُسْلِمَ لاَ يَنْجُسُ
“Maha Suci Allah, sesungguhnya muslim itu tidak najis” (HR. Al Bukhari)

Ucapan “Subhanallah” juga dipakai Rasulullah ketika ada peristiwa besar. Namun, bukan bentuk kekaguman.
Misalnya dalam sabda beliau:
سُبْحَانَ اللَّهِ مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنَ الْفِتَنِ
“Maha Suci Allah, betapa banyak fitnah yang turun di malam ini” (HR. Al Bukhari)
Wallahu a’lam bish shawab.


Sumber : blog.berdakwah.net

Wujud Malaikat Jibril yang Diperlihatkan Kepada Rasulullah

Wujud Malaikat Jibril yang Diperlihatkan Kepada Rasulullah

Malaikat Jibril adalah malaikat yang paling mulia yang diberikan tugas oleh Allah menyampaikan wahyu kepada para Nabi, akan tetapi Malaikat Jibril belum pernah menampakkan bentuk aslinya kepada Nabi sebelumya kecuali kepada Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam
Dalam kitab tafsir sowi hlm 176 jld 4...

"Maka Malaikat Jibril menampakan diri (aslinya) dua kali. 1 kali dibumi (wahyu pertama) dan 1 kali di langit (Isra Miraj)..
Dan belum melihat satu pun dari Para Nabi kepada Malaikat Jibril dalam bentuk sebagaimana ia diciptakan kecuali Nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.

"Ketika Malaikat Jibril menampakan diri (pertamakali) yang tingginya telah ada di ufuk (melewati batas penglihatan).

Maka bertanya Rasulullah shalallahu alaihi wassalam " Wahai Jibril aku tidak mengira bahwa Allah menciptakan makhluk (yang sangat besar) seperti bentuk mu ini.

Malaikat Jibril menjawab: "Wahai Muhammad. "Sesungguhnya aku (hanya) telah membentangkan dua sayap. Sesungguhnya aku memiliki 600 sayap, yang ukuran setiap sayapnya seluas antara timur dan barat."

"Rasulullah shalallahu alaihi wassalam berkata: "Sesungguhnya penciptaanmu sangat Besar"

Malaikat Jibril berkata: "Dan tidaklah aku disamping ciptaan-ciptaan Allah hanyalah sesuatu yang kecil.. Dan Allah telah menciptakan Israfil, dia lebih besar dan memiliki 600 sayap, dan setiap sayapnya seukuran seluruh sayapku.. Sesungguhnya dia melipat sayapnya karena takut kepada Allah, sampai-sampai dia melipatnya sekecil mungkin."

"Lihatlah para malaikat yang takut kepada Allah dan lihatlah Malaikat Jibril yang selalu menemani utusan Allah yang terakhir dan kekasihnya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam , sehingga bentuk dirinyapun tidak diperlihatkan kepada siapapun kecuali kepada sang kekasih yaitu Rasulullah,

Sampai ketika Rasululah wafat, malaikat Jibril memalingkan wajahnya, dan Rasul bertanya kepada Jibril."wahai saudaraku kenapa engkau memalingkan
wajahmu.?"

Jibril menjawab: "karena aku tidak kuat dan tidak tega melihat engkau dalam sakaratul maut.."

Subhanallah , Allahu Akbar... Allahumma shalli wasallim alaa (sayyidina) Muhammad wa'ala ali (sayyidina) Muhammad
ﻳَﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻳَﺎ ﺍَﻟﻠﻪْ ﻳَﺎ ﺍﻟﻠﻪْ … ﻳَﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤَﻦُ ﻳَﺎ ﺭَﺣِﻴْﻢُ … ﻟَﺎﺇِﻝﻩَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪ … ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢ َ

Shalawat dan salam untuk junjungan kita, sirajan muniraa…al najmi al hawaa…
Muhammad Rasulillah…

Semoga kita termasuk hamba2 Allah yang dirindukan Beliau…
Kumpulkan kami bersama RasulMu yang mulia..di JannahMu…
Aamiin Ya Robb…

Kenapa Bidadari Cemburu Kepada Wanita Sholehah

Kenapa bidadari cemburu kepada wanita solehah?

 Karena ternyata Wanita Solehah lebih mulia dr bidadari syurga, keunggulannya yg digambarkan
Rasulullah saw sebagai kelebihan yg tampak atas sesuatu yg tdk terlihat.

“ Ya..Rasulullah, manakah yg lebih utama, wanita dunia yg solehah ataukah bidadari yg bermata jeli?”

Beliau menjawab, “ Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidari seperti kelebihan apa
yg nampak dari apa yg tidak terlihat. ”




“ Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari? ”.

Beliau menjawab,” Karena solat mereka, puasa & ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih berseri, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, & sisirnya terbuat dari emas.''

Mereka (Bidadari) berkata, “ Kami hidup abadi & tidak mati. Kami lemah lembut & tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi & tidak beranjak sama sekali. Berbahagialah orang yg memiliki kami & kami memilikinya.” (HR Ath Thabrani, dari Ummu Salamah).

Inilah tangkai-tangkai cenderamata untuk para wanita soleha yg mendamba syurga.. Inilah mutiara-mutiara yg kemilaunya mempesonakan mata hingga membuat iri para bidadari yg bermata jeli itu & para lelaki soleh yg ingin menikahinya... Inilah kuntum-kuntum bunga, yg harum wanginya melebihi wangi harum kasturi...

Duhai wanita solehah kau kan menjadi idaman lelaki-lelaki soleh kerana pesonamu diatas pesona bidadari bermata jeli itu ....



Sumber Dari: @cintahijab_

Silahkan di SHARE Jika dirasa bermanfaat ....

ALASAN ILMIAH KENAPA PACARAN DILARANG DALAM ISLAM

ALASAN ILMIAH KENAPA PACARAN DILARANG DALAM ISLAM

Perhatikan titik merah X Ray di saat wanita dan pria bersentuhan.

Dua tahun lalu, tepatnya pada 2012, peneliti University of St. Andrews di Inggris mengungkapkan sebuah hasil penelitian bahwa ketika fisik perempuan tersentuh oleh pria, suhu kulit tubuh perempuan akan meningkat, khususnya di bagian wajah dan dada.
Riset berjudul The Touch of a Man Makes Women Hot dan dipublikasikan di LiveScience, 29 Mei 2012 itu menunjukkan, sentuhan dari pria terbukti mampu membakar gairah seks wanita.
“Perempuan menunjukkan peningkatan suhu ketika mereka terlibat dalam kontak sosial dengan laki-laki,” ungkap salah satu peneliti dari University of St. Andrews, Amanda Hahn.
Hasil riset menemukan, wajah biasanya akan memanas ketika kita sedang mengalami tekanan (stres), takut, atau marah. Emosi lain juga memengaruhi perubahan suhu tubuh.
Peneliti melakukan eksperimen terhadap sejumlah laki-laki dan perempuan di Inggris. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberi rangsangan dengan memperlihatkan foto perempuan heteroseksual, sambil diberi sentuhan pada beberapa bagian tubuh seperti lengan, telapak tangan, wajah, dan dada, dengan menggunakan sinar probe. Sedangkan pada kelompok lain, responden mendapat sentuhan nyata dari pasangan (sebagai experimenter) pada bagian tubuh yang sama.
Ketika merasakan sentuhan tersebut, perempuan akan mengalami peningkatan suhu kulit sampai 10 derajat Celcius. Efeknya dianggap tidak cukup besar, karena bagian tubuh yang disentuh hanya lengan atau telapak tangan (bagian dada dan wajah paling banyak mengalami perubahan). Lonjakan suhu menjadi tiga kali lebih besar ketika experimenter-nya pria.
Namun ketika pria menyentuh bagian dada dan wajah wanita, suhu tubuhnya meningkat lebih panas 0,3 derajat Celsius. Perubahan suhu terbesar terjadi pada wajah.
Namun, tim peneliti tidak dapat mengatakan apakah perubahan tersebut dapat ditangkap dengan jelas oleh mata telanjang, atau apakah hal itu dapat terdeteksi dengan sentuhan.
Bagi pasangan lelaki dan perempuan yang sedang pacaran atau bertunangan, inilah alasan dan sebab mengapa Anda tak perlu bersentuhan dengan bukan mahram.
Islam melarang berpacaran, berpelukan dan bersentuhan dengan lawan jenis sebelum menikah karena sentuhan melahirkan gerakan otak, kemaluan dan nafsu. Ini sesuai dengan pesan Islam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya,” (HR Al-Bukhari No. 1862 dan Muslim No. 3259).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari hal itu,” (HR Muslim No. 6925).

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita,” (HR Al-Bukhari No 5096).

Setelah tahu bahaya bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, sebaiknya memilih menikah saja, bukan pacaran. Setelah resmi menikah nah barulah kalian pacaran yg tak perlu sembunyi dan ragu dan lebih mengasyikan.... بركلاه فيك

Sumber: Hidayatullah.com




Silahkan KLIK&SHARE jika dirasa bermanfaat.....